JIHAD

Hasil gambar untuk jihad

Kehadiran agama Islam yang dibawa Nabi Muhammad Saw diyakini dapat menjamin terwujudnya kehidupan manusia yang sejahtera lahir dan batin, Petunjuk-petunjuk agama mengenai berbagai kehidupan manusia, sebagaimana terdapat di dalam sumber ajaranya, alqur’an dan hadist tampak ideal dan agung, Di dalam Al-qur’an dan Hadist Allah memerintahkan berjihad untuk menegakkan syariat islam sebagaimana yang telah di lakukan oleh Nabi Muhammad SAW.

Namun Allah juga memerintahkan untuk saling mengasihi dan menghormati antar umat beragama, jihad dilaksanakan untuk menjalankan misi utama manusia yaitu menegakkan agama Allah atau menjaga agama tetap tegak, dengan cara-cara yang sesuai dengan garis perjuangan para Rasul dan Al-Quran. Jihad yang dilaksanakan Rasul adalah berdakwah agar manusia meninggalkan kemusyrikan dan kembali kepada aturan Allah, mensucikan qalbu, memberikan pengajaran kepada ummat dan mendidik manusia agar sesuai dengan tujuan penciptaan mereka yaitu menjadi khalifah Allah di bumi.

Allah menjadikan jihad fisabilillah (berjuang dijalan allah) adalah dasar asasi cinta kepada allah dan rosulnya, jihad ini meliputi mencintai apa yang diperintahkan oleh allah dan membenci yang dilarang oleh allah dengan arti sebenar-benarnya.

 

 

 

  1. Rumusan Masalah

 

  1. Apa Pengertian Jihad ?
  2. Bagaimana dan Pendapat Ulama tentang Jihad ?

 

 

  1. Tujuan Penulisan

 

  1. Memahami Pengertian Jihad
  2. Memami dan Pendapat Ulama tentang Jihad

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

  1. Pengertian Jihad

Jihad berasal dari Kata Jahada yang berarti mencurahkan segala kemampuan untuk tercapainya sesuatu yang di inginkan dengan berjuang bersungguh-sungguh.

Dalam Suatu FirmanNya Allah Memerintahkan

وَجَاهِدُوا فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ ۚ

Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan Jihad yang sebenar-benarnya.

                                                                                                   (QS. Al Hajj [22] :78)

 

Dalam Firman yang lain

وَمَنْ جَاهَدَ فَإِنَّمَا يُجَاهِدُ لِنَفْسِهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَغَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

Dan Barangsiapa yang berjihad, Maka Sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. (QS Al-Ankabut [29] : 6)

 

Dari kedua ayat di atas dapat disimpulkan bahwa dalam Al-qur’an, kata jihad tidak selalu menunjukkan pada makna perang, atau perjuangan bersenjata, dari catatan sejarah menyatakan bahwa perjuangan bersenjata baru dilakukan Nabi Saw dan para sahabatnya setelah beliau dan para sahabat telah berhijrah ke madinah padahal surah Al- Ankabut yang banyak mengandung perintah jihad telah turun sekitar tahun ke 5 dari kerasulan Muhammad Saw, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa jihad adalah segala upaya yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang sebagai manifestasi keimanan nya dalam rangka tegaknya kebenaran dan terberantasnya kebatilan, baik dilakukan dengan jalan perang maupun tanpa perang.

Dengan kata lain jihad adalah perjuangan umat islam di jalan allah dalam rangka tegaknya  amar–ma’ruf dan nahi–munkar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Hukum Jihad
  2. Fardhu A’in
  • Ketika seorang muslim berada dalam barisan pasukan yang sedang menghadapi pertempuran, fardu ain baginya untuk berjihad dan berdosa apabila meninggalkan medan perang
  • Apabila musuh telah dating menyerang salah satu negri muslim, wajib bagi setiap penduduknya berjihad mengusir mereka
  • Apabila imam memerintah seorang muslim untuk berjihad, wajib ain baginyabmelaksanakanya.

 

  1. Fardu Kifayah

Jihad ialah (memulai penyerangan terhadap sebuah negeri yang penduduknya tidak beriman kepada ALLAH dan hari akhir) hukumnya fardu kifayah. Apabila telah di lakukan oleh sebagian kaum muslim.

 

  1. Syarat Wajib Jihad (Perang)

Hukum wajib jihad di laksanakan jika memenuhi syarat sebagai berikut.

  1. Imam atau pimpinan kaum muslimin dalam sebuah negara memerintahkan untuk berjihad.
  2. Kaum muslimin telah berhadapan langsung dengan pasukan kafir di medan perang. Pada kondisi yang demikian, kaum muslimin di haramkan mundur atau melarikan diri
  3. Kaum Kafir menyerang negeri kaum muslimin
  4. Tidak ada lagi kaum muslim yang berjihad

 

 

  1. Syarat-syarat Jihad

 

  1. Islam
  2. Baligh
  3. Berakal
  4. Merdeka
  5. Laki-laki
  6. Sehat
  7. Kuat Berperang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Macam-macam Jihad

 

jihad ada dua macam Yaitu :

 

  1. Jihad Al-Nafsi

Jihad al-nafs ialah jihad dalam arti memerangi hawa nafsu, dalam islam Jihad al-nafs dikatagorikan ke dalam jihad akbar, sebab Jihad al-nafs merupakan awal dari segalabentuk jihad, termasuk ke dalam jihad al-nafs adalah memerangi ketamakan, kezaliman, kesombongan, kebodohan, kemalasan, kemiskinan, kemaksiatan, nafsu ingin dihormati, menghasut, dan buruk sangka.

  1. Jihad Al mal

Jihad al-mal merupakan perpaduan jihad bi al-nafs dan jihad bi al-amwal, jihad bil-nafs sama dengan al-qital (perang) , yaitu jihad atau perjuangan dengan mengorbankan jiwa, jika diserang diusir atau diancam musuh yang mengakibatkan terganggu atau hilangnya kebebasan beragama, sedangkan jihad bil-amwal adalah perjuangan dengan (mengorbankan) demi kepentingan agama dan masyarakat harta, jihad bil-amwal dapat berupa infak, sedekah, wakaf dan sebagainya.

  1. Rukun Jihad

 

Menurut Syaikh Abu Syujak rukun jihad antar lain:

  • Tegas dan siap mati ketika menghadapi serangan musuh, karena Allah Ta’ala mengharamkan Mujahid mundur dari serangan musuh.
  • Dzikir kepada Allah Ta’ala dengan hati dan lisan dalam rangka meminta kekuatan Allah Ta’ala dengan ingat janji, ancaman, dukungan serta pertolongan-Nya kepada wali-wali-Nya. Dengan dzikir seperti itu, hati menjadi tegar dan semangat perang menjadi kuat.
  • Ta’at kepada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya dengan tidak melanggar perintah keduanya dan meninggalkan larangan keduanya.
  • Tidak menimbulkan konflik ketika memasuki kancah perang, namun dengan satu barisan yang tidak ada celah kosong didalamnya, hati yang menyatu, dan badan-badan yang rapat seperti bangunan kokoh.
  • Sabar dan tetap dalam kesabaran, dan siap mati ketika memasuki kancah perang hingga pertahanan musuh terbongkar dan barisan mereka terkalahkan, sebagaimana firman Allah Ta’ala

 

 

 

 

  1. Pendapat Ulama Tentang Jihad
  2. Mazhab Hanafi

Menurut mazhab Hanafi, sebagaimana yang dinyatakan dalam kitab Badaa’i’ as-Shanaa’i’, “Secara literal, jihad adalah ungkapan tentang pengerahan seluruh kemampuan, sedangkan menurut pengertian syariat, jihad bermakna pengerahan seluruh kemampuan dan tenaga dalam berperang di jalan Allah, baik dengan jiwa, harta, lisan ataupun yang lain.

  1. Mazhab Maliki

Adapun definisi jihad menurut mazhab Maaliki, seperti yang termaktub di dalam kitab Munah al-Jaliil, adalah perangnya seorang Muslim melawan orang Kafir yang tidak mempunyai perjanjian, dalam rangka menjunjung tinggi kalimat Allah Swt. atau kehadirannya di sana (yaitu berperang), atau dia memasuki wilayahnya (yaitu, tanah kaum Kafir) untuk berperang. Demikian yang dikatakan oleh Ibn ‘Arafah.

  1. Mazhab Syafi’i

Madzhab as-Syaafi’i, sebagaimana yang dinyatakan dalam kitab al-Iqnaa’, mendefinisikan jihad dengan “berperang di jalan Allah” Al-Siraazi juga menegaskan dalam kitab al-Muhadzdzab; sesungguhnya jihad itu adalah perang.

 

 

  1. Mazhab Hambali

Sedangkan madzhab Hmbali, seperti yang dituturkan di dalam kitab al-Mughniy, karya Ibn Qudaamah, menyatakan, bahwa jihad yang dibahas dalam kitaab al-Jihaad tidak memiliki makna lain selain yang berhubungan dengan peperangan, atau berperang melawan kaum Kafir, baik fardlu kifayah maupun fardlu ain, ataupun dalam bentuk sikap berjaga-jaga kaum Mukmin terhadap musuh, menjaga perbatasan dan celah-celah wilayah.

 

  1. Imam Zarqoni

Imam Zarqaniy, di dalam kitab Syarah al-Zarqaniy menyatakan; makna asal dari kata jihaad (dengan huruf jim dikasrah) adalah al-masyaqqah (kesulitan). Jika dinyatakan jahadtu jihaadan, artinya adalah balaghtu al-masyaqqah (saya telah sampai pada taraf kesulitan). Sedangkan menurut pengertian syar’iy, jihaad bermakna badzlu al-juhdi fi qitaal al-kufaar (mencurahkan tenaga untuk memerangi kaum kafir).

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

  1. Kesimpulan
  • Jihad adalah berjuang dengan sungguh-sungguh menurut syariat Islam. Jihad dilaksanakan untuk menjalankan misi utama manusia yaitu menegakkan agama Allah atau menjaga agama tetap tegak, dengan cara-cara yang sesuai dengan garis perjuangan para Rasul dan Al-Quran.
  • Hukum Jihad bagi muslimin yaitu Fardu A’in dan Fardu Kifayah tergantuh situasi dan kondisinya.
  • Syarat Jihad yaitu Islam,Baligh,berakal,merdeka,laki-laki,sehat, dan Kuat Berperang
  • Jihad terbagi menjadi 2 yaitu jihad An-Nafsi dan Jihad Al-Mal
  • Banyak Ulama Mendefinisikan Pengertian jihad di antaranya:
    • Mazhab Hambali
    • Mazhab Malik
    • Mazhab Syafi’i
    • Mazhab Hanafi
  1. Saran

Demikian Makalah ini Kami susun. Terimakasih atas antusiasisme dari pembaca yang sudi menelaah dan mengimplementasikan isi makalah ini, Saran dan kritik yang konstruktif tetap kami harapkan sebagai bahan perbaikan di makalah selanjutnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

 

 

Zamroni Suratmo,Anang.2013.Mendalami Fikih.Solo;Pustaka Mandiri

Dzulkarnain.2011.Antara Jihad dan Terorisme.Makasar;Pustaka As Sunnah

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s